Senin, 29 Juni 2015

Management Lay Out



MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN
“MANAGEMENT LAY OUT”





OLEH :
KELOMPOK IV

              BOBBY ALFIAN ILHAM KESUMA        (701001130)
              ARDITYA NOOR                                        (701001130)
              MUSFANDY                                                 (701001130)
              RISKA ZAIN                                                (70100113043)
              HARNITA                                                     (701001130)
              NURDIA FITRI WY                                   (701001130)
  

                                                    DOSEN : ST. FATIMAH, SE., MM. 

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
SAMATA-GOWA
2015


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul “Syukur” tepat pada waktunya.
Salam dan shalawat senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabiullah Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kegelapan ke alam terang benderang seperti sekarang ini.
Makalah ini merupakan tugas penunjang mata kuliah Kewirausahaan. Melalui makalah ini, diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat menjadi pengetahuan baru bagi pembacanya. Pada kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Kewirausahaan atas bimbingan dan arahannya dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat diharapkan oleh penulis agar penulisan makalah selanjutnya jauh lebih baik lagi.



     Samata, Mei 2015


         Kelompok IV
  


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………. ix
DAFTAR ISI…………………………………………………………………… x

BAB I  PENDAHULUAN
Latar Belakang…………………………………………………………………. 1
Rumusan Masalah……………………………………………………………… 2
Tujuan…………………………………………………………………………... 2

BAB II ISI
           a.       Pengertian Layout dan Perencanaan Layout…………………………….. 3
           b.      Tujuan Perencanaan Layout……………………………………………... 4
           c.       Pentingnya Perencanaan Layout………………………………………….  4
           d.      Klasifikasi Perencanaan Layout………………………………………….. 5
           e.       Faktor-Faktor Perencanaan Layout………………………………………. 6
           f.       Jenis-Jenis Perencanaan Layout………………………………………….. 8

BAB III  PENUTUP
           a.       Kesimpulan……………………………………………………………… 13
            b.      Saran…………………………………………………………………….. 13

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………... 14


BAB I
TINJAIAN PUSTAKA
A.      Latar Belakang
Pada dasarnya setiap perusahaan dijalankan berdasarkan prinsip ekonomi, yaitu dengan modal yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan laba yang sebanyak-banyaknya. Ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap perolehan laba yang didapatkan oleh perusahaan. Dalam suatu perusahaan yang menghasilkan barang, hal-hal yang mempengaruhi perolehan laba salah satunya adalah kualitas dari barang itu sendiri. Kualitas barang yang baik didapatkan dari bahan baku dan proses produksinya. Bagian dari proses produksi itu sendiri terdapat layout produksi yaitu tata letak fasilitas-fasilitas yang digunakan agar proses produksi yang dilakukan berjalan efektif dan efesien.
Suatu layout dapat dipakai untuk menunjukkan pengaturan pabrik dan bagian-bagian, sehingga layout mencakup lokasi peralatan di dalam bagian yang kecil dan pengaturan letak bagian-bagian diatas sebidang tanah bagunan. Layout juga dapat menunjang kelancaran proses produksi, mengoptimalkan susunan letak mesin-mesin dan peralatan roduksi yang ada di dalam perusahaan. Dengan susunan tat letak (layout) yang optimal diharapkan pelaksanaan proses produksi didalam prusahaan tersebut terlaksana dengan baik

                                                                                                                       
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud layout dan perencanaan layout?
2.      Apa tujuan perencanaan layout?
3.      Bagaimana pentingnya perencenaan layout yang akan dibuat?
4.      Apa saja klasifikasi perencenaan layout?
5.      Apa saja faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan layout?
6.      Apa saja jenis-jenis layout?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan tentang layout.
2.      Menjelaskan tujuan perencanaan layout
3.      Menjelaskan klasifikasi perencanaan layout.
4.      Menjelaskan pentingnya perencanaan layout.
5.      Menjelaskan factor-faktor yag perlu diperhatiakan dalam perencanaan layout.
6.      Menjelaskan jenis-jenis layout.

                                                                                                                     
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Layout dan Perencanaan Layout
Tata letak/layout dipakai untuk menunjukkan pengaturan pabrik dan bagian-bagiannya, sehingga tata letak mencakup lokasi peralatan didalam bagian yang kecil dan pengaturan letak bagian-bagian atas sebidang tanah bangunan. Tata letak adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak/ layout dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi (Yamit, 1998:120). Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area untuk menempatkan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerak perpindahan material baik bersifat temporer maupun permanen, personal pekerja dan sebagainya. Dalam tata letak pabrik terdapat dua hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin dan pengaturan departemen dalam pabrik.
Ada banyak pengertian perencanaan layout yang dikemukakan para ahli. Masing-masing pengertian yang dikemukakan nampaknya mempunyai titik berat tersendiri. Perencanaan layout adalah suatu pekerjaan yang mempunyai implikasi pada profitabilitas dan efisiensi operasi dari perusahaan barang dan jasa, (Atmaji, 1989:81). Sedangkan definisi perencanaan layout menurut James M. Apple (1990) adalah perencanaan yang menyeluruh dari tata letak fasilitas produksi yang ada, sehingga pelaksanaan proses produksi didalam perusahaan tersebut akan dapat dengan seoptimal mungkin.

B.       Tujuan Perencanaan Layout
Tujuan perencanaan layout secara umum adalah mengoptimalkan susunan letak mesin-mesin dan peralatan produksi yang ada di dalam perusahaan sehingg dengan adanya susunan tata letak yang optimal tersebut diharapkan pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan tersebut akan dapat berjalan dengan lancar dan karyawan akan dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada mereka dengan baik pula. Tujuan perencanaan layout ini akan mencakup beberapa hal sebagai berikut (Handoko, 1984:106):
a. Simplifikasi dari proses produksi.
b. Pengurangan biaya pemindahan bagan atau barang.
c. Tingkat perputaran persediaan barang setengah jadi tinggi.
d. Terdapat keamanan kerja dan kepuasaan karyawan.
e. Pengeluaran kapital yang tidak penting dapat dihindarkan.
f. Produktifitas kerja para karyawan dapat bertambah

C.      Pentingnya Perencanaan Layout
Secara garis besar tujuan layout/tata letak pabrik adalah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi yang aman dan nyaman. Suatu perencanaan layout akan senantiasa diperlukan di dalam masing-masing perusahaan. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa hal sebagai berikut :
a.       Adanya perubahan daru desain produk.
b. Adanya produk baru.
c. Adanya perubahan volume permintaan.
d. Fasilitas produksi yang ada telah ketinggalan jaman.
e. Adanya kecelakaan-kecelakaan dalam proses produksi.
f. Pemindahan lokasi pasar produk perusahaan.
g. Penghematan-penghematan biaya

D.      Klasifikasi Perencanaan Layout
Di dalam penyusunan layout perlu dipertimbagkan tentang ketertiban perencanaan layout pabrik tersebut dalam pengaturan letak fasilitas produksi yang digunakan. Perusahaan harus mempertimbnagkan beberapa klasfikasi perencanaan layout dan kemudian memilih yang paling sesuai dengan kondisi perusahaan. Menurut Aplle (1990) masalah tata letak diklasifikasikan menjadi 10 jenis yaitu :
a. Perubahan rancangan.
b. Perluasan departemen.
c. Pengurangan departemen.
d. Penambahan produk baru.
e. Memindahkan satu departemen.
f. Penambahan departemen baru.
g. Peremajaan peralatan yang rusak.
h. Perubahan metode produksi.
i. Penurunan biaya.
j. Perencanaan fasilitas baru.

E.       Faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam Perencanaan Layout
Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain suatu layout fasilitas yang efrisien. Menurut Assauri (1978:50) faktor-faktor tersebut dapat digolongkan menjadi beberapa faktor yaitu :
a.         Produk yang dihasilkan, mengenai :
1.    Besar dan berat produk akan mempengaruhi handlingdan ruang gerak.
2.    Sifak produk itu mudah pecah atau tidak, tahan lama atau cepat rusak.
b.    Urutan produksinya.
                   Dalam penyusunan layout didasarkan pada urutan proses produksi.
c.    Kebutuhan ruang yang luas.
Ruangan yang diperlukan adalah tentang luas pabrik, tinggi ruangan dan luas gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas arus produksi.
d.   Peralatan atau mesin-mesin itu sendiri.
Mesin produksi yang digunakan berat atau tidak sehingga perlu digunakan lantai yang kokoh.
e.    Maintenance dan replacement.
Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance mudah dilakukan dan replacemenyt-nya mudah.
f.     Adanya keseimbangan kapasitas.
Keseimbangan kapasitas harus dip[erhatikan terutama dalam product layout, karena mesin-mesin diatur menurut urutan-urutan produknya.
g.        Minimum movement.
Dengan gerak yang sedikit maka biayanya akan menjadi lebih rendah.
h.        Aliran material.
Merupakan arus yang harus diikuti oleh suatu produk pada waktu dibuat.
i.          Tempat kerja buruh.
Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas, sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan karyawan serta kelancaran produksi.
j.          Service area (kantin, Wc, tempat istirahat, dan tempat parkir)
Sevice area diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat kerja dan mudah dijangkau.
k.        Waiting area.
Untuk mencapai aliran material yang optimal, harus diperhatikan tempat-tempat menyimpan barang sambil menunggu proses selanjutnya. Dalam menetapkan  Waiting area harus diperhatikan luas ruang yang tersedia dan tidak mengganggu arus lalu lintas dalam proses produksi.
l.          Plant climate.
Udara dalam pabrik juga harus diatur, yaitu harus sesuai dengan produk dan buruh, jangan terlalu panas dan terlalu dingin, dan juga jangan merusak kesehatan tubuh.
m.      Flexibility
Perubahan-perubahan dari produk, proses atau mesin-mesin hampir tidak dapat dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga layout harus dibuat sedemikianrupa agar dapat flexibel dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi.

F.       Jenis Layout
Dalam suatu perencanaan layout fasilitas, perlu diketahui jenis-jenis layout itu sendiri serta kelebihan dan kekurangannya. Hal ini sebagai dasar pertimbagan dalam pengambilan keputusan pemilihan alternatif layout yang optimal. Jenis layout dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam. Menurut Handoko (1984:106) jenis layout dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu :
a.       Layout Proses (Layout fungsional).
Tata letak yang berdasarkan pada proses. Tata letak ini berdasar pada pengelompokan mesin-mesin dan peralatan yang sama/ sejenis dalam suatu area atau departemen.
Pada setiap proses dikerjakan dalam bagian-bagiannya sendiri sendiri. Layout seperti ini biasanya digunakan pada perusahaan pesanan atau yang berdasarkan job order shop (Pabrik yang memproduksi barang yang tidak samaan terbatas umlahnya, serta menurut pesanan pembeli). Tata letak menurut proses ini digunakan apabila barang-barang yang dihasilkan tidak standar, tetapi fleksibel dan urutan produksinya tidak terlalu sama antara produk satu dengan yang lainnya. Kelebihan :
1)   Investasi modal untuk mesin dan peralatan produksi dapat ditekan.
2) Fleksibilitas pelaksanaan proses produksi besar.
3) Kemacetan salah satu bagian tidak menyebabkan gangguan yang besar.
Kelemahan :
1)   Karena urutan proses yang tidak tetap maka biaya pemibdahan bahan  baku akan lebih besar.
2)   Kebutuhan ruang untuk produksi lebih luas karena mesindan peralatan produksi yang digunakan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda menurut produknya.
b.      Layout Produk (layout garis)
Dalam layout produk tiap produk memerlukan urutan yang sama dalam operasinya. Pusat pekerjaan dikelompokkan dalam urutan untuk menampung kebutuhan produk spesifik. Pada setiap perusahaan terhadap spesialisasi pelayanan proses, pada umumnya produk-produk yang dihasilkan merupakan produk standar.
Variasi produksi sangat kecil, sehingga produk yang dibuat merupakan produk yang jenisnya sama. Jenis
proses produksi yang sesuai dengan jenis layout ini adalah proses produksi yang terus menerus (continous process).
Kelebihan :
1)   Biaya material handling lebih rendah.
2)   Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tiap umit produk lebih kecil karena proses produksi selalu sama.
3)   Kebutuhan ruangan menjadi lebih kecil.
4)   Pengawasan pada proses produksi menjadi lebih mudah.
5)   Kebutuhan bahan baku dan bahan pembantu dapat direncanakan dengan cermat.
Kekurangan :
1)   Apabila terjadi kemacetan di salah satu bagian kaan menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi.
2)   Kurang flexsibel apabila digunakan oleh perusahaan yang mempunyai desain pekerja yang cepat.
3)   Karyawan yang akan mengalami kejenuhan dalam melaksanakan tugasnya.
4)   Investasi dana yang digunakan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi tinggi

c.       Layout Posisi Tetap
Dalam layout ini produksi berada dalam suatu lokasi, sementara alat-alat, bahan-bahan, dan tenaga kerja dibawa ke lokasi hanya sebanyak yang diperlukan untuk membuat produk tersebut.
Kelebihan :
1)      Layout ini sangat cocok untuk proyek-proyek pembangunan, dan metode jalus kritis sangat membantu.
Kekurangan :
1)   Bianya bongkat dan pasang serta biaya angkut mesin dan peralatan produksi tinggi
d.      Layout Kelompok.
Layout kelompok memisahkan daerah-daerah dan kelompok-kelompok mesin serta peralatan bagi pembuatan produksi-produk yang memerlukan pmrosesan sejenis. Setiap produk di selesaikan di daerah spesialisasi tersebut dengan keseluruhan urutan pengerjaan dilakukan ditempat itu :
Kelebihan :
1)   Biaya persiapan bisa dikurangi karena dapat menggunakan pertimbagan operasi yang lalu.
2)   Menghemat biaya pengendalian bahan.
3)   Mudah mengetahui dimana setiap kelompok produk berada.
4)   Waktu pengiriman barang jadi dapat lebih ditentukan scheduling sederhana.
5)   Biaya tetap dapat dikurangi karena berdasarkan pada kegiatan yang lalu.
Kekurangan :
1)   Pemanfaatn fasilitas produksi tidak penuh.
2)   Perlu pengadilan bahan yang baik.
3)   Bagian-bagian yang ada tidak luwes.
4)   Mesin serba guna harus dimanfaatkan penuh


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Tata letak / Layout adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak/ layout dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi dengan tujuan untuk mengoptimalkan susunan letak mesin-mesin dan peralatan produksi yang ada di dalam perusahaan sehingg dengan adanya susunan tata letak yang optimal tersebut diharapkan pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan tersebut akan dapat berjalan dengan lancar dan karyawan akan dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada mereka dengan baik pula.
B.       Saran
Semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan kita dan apabila terdapat kesalahan mohon di kritikan serta sarannya


DAFTAR PUSTAKA
Assuri. 1978. Manajemen Produksi. Jakarta : Gramedia
Atmaji. 1989. Manajemen Produksi. Jakarta : Gramedia
Yamit, Zulian. 1998. Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta : Cetakan Kedua
Handoko, Hani. 1984. Manajemen Edisi 1. Yogyakarta : BPFE UGM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar