MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN
“MANAGEMENT LAY OUT”
OLEH :
KELOMPOK IV
BOBBY ALFIAN ILHAM KESUMA (701001130)
ARDITYA NOOR
(701001130)
MUSFANDY
(701001130)
RISKA ZAIN
(70100113043)
HARNITA
(701001130)
NURDIA FITRI WY
(701001130)
DOSEN : ST.
FATIMAH, SE., MM.
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN
DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
SAMATA-GOWA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul “Syukur” tepat pada waktunya.
Salam dan shalawat senantiasa tercurahkan kepada
junjungan Nabiullah Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kegelapan
ke alam terang benderang seperti sekarang ini.
Makalah ini merupakan tugas penunjang mata kuliah Kewirausahaan.
Melalui makalah ini, diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat menjadi
pengetahuan baru bagi pembacanya. Pada kesempatan ini, penulis juga mengucapkan
terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Kewirausahaan atas bimbingan dan
arahannya dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih sangat
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik
yang sifatnya membangun sangat diharapkan oleh
penulis agar penulisan makalah selanjutnya
jauh lebih baik lagi.
Samata, Mei 2015
Kelompok IV
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………. ix
DAFTAR ISI…………………………………………………………………… x
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang…………………………………………………………………. 1
Rumusan Masalah……………………………………………………………… 2
Tujuan…………………………………………………………………………... 2
BAB II ISI
a.
Pengertian
Layout dan Perencanaan Layout…………………………….. 3
b.
Tujuan Perencanaan
Layout……………………………………………... 4
c.
Pentingnya
Perencanaan Layout…………………………………………. 4
d.
Klasifikasi
Perencanaan Layout………………………………………….. 5
e.
Faktor-Faktor
Perencanaan Layout………………………………………. 6
f.
Jenis-Jenis
Perencanaan Layout………………………………………….. 8
BAB III PENUTUP
a.
Kesimpulan………………………………………………………………
13
b.
Saran……………………………………………………………………..
13
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………... 14
BAB
I
TINJAIAN
PUSTAKA
A.
Latar Belakang
Pada dasarnya setiap perusahaan dijalankan berdasarkan prinsip ekonomi, yaitu
dengan modal yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan laba yang sebanyak-banyaknya.
Ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap perolehan laba yang didapatkan oleh
perusahaan. Dalam suatu perusahaan yang menghasilkan barang, hal-hal yang
mempengaruhi perolehan laba salah satunya adalah kualitas dari barang itu
sendiri. Kualitas barang yang baik didapatkan dari bahan baku dan proses
produksinya. Bagian dari proses produksi itu sendiri terdapat layout produksi
yaitu tata letak fasilitas-fasilitas yang digunakan agar proses produksi yang
dilakukan berjalan efektif dan efesien.
Suatu layout dapat dipakai untuk menunjukkan pengaturan pabrik dan
bagian-bagian, sehingga layout mencakup lokasi peralatan di dalam bagian yang
kecil dan pengaturan letak bagian-bagian diatas sebidang tanah bagunan. Layout juga
dapat menunjang kelancaran proses produksi, mengoptimalkan susunan letak mesin-mesin
dan peralatan roduksi yang ada di dalam perusahaan. Dengan susunan tat letak
(layout) yang optimal diharapkan pelaksanaan proses produksi didalam prusahaan
tersebut terlaksana dengan baik
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang
dimaksud layout dan perencanaan layout?
2.
Apa tujuan
perencanaan layout?
3.
Bagaimana
pentingnya perencenaan layout yang akan dibuat?
4.
Apa saja klasifikasi
perencenaan layout?
5.
Apa saja faktor – faktor
yang perlu diperhatikan dalam perencanaan layout?
6.
Apa saja jenis-jenis layout?
C.
Tujuan
1.
Menjelaskan
tentang layout.
2.
Menjelaskan
tujuan perencanaan layout
3.
Menjelaskan
klasifikasi perencanaan layout.
4.
Menjelaskan
pentingnya perencanaan layout.
5.
Menjelaskan
factor-faktor yag perlu diperhatiakan dalam perencanaan layout.
6.
Menjelaskan
jenis-jenis layout.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Layout dan Perencanaan Layout
Tata letak/layout dipakai untuk menunjukkan pengaturan pabrik dan
bagian-bagiannya, sehingga tata letak mencakup lokasi peralatan didalam bagian
yang kecil dan pengaturan letak bagian-bagian atas sebidang tanah bangunan.
Tata letak adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak/ layout
dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik
guna menunjang kelancaran proses produksi (Yamit, 1998:120). Pengaturan
tersebut akan memanfaatkan luas area untuk menempatkan mesin atau fasilitas
penunjang produksi lainnya, kelancaran gerak perpindahan material baik bersifat
temporer maupun permanen, personal pekerja dan sebagainya. Dalam tata letak
pabrik terdapat dua hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin dan
pengaturan departemen dalam pabrik.
Ada banyak pengertian perencanaan layout yang dikemukakan para ahli.
Masing-masing pengertian yang dikemukakan nampaknya mempunyai titik berat
tersendiri. Perencanaan layout adalah suatu pekerjaan yang mempunyai implikasi
pada profitabilitas dan efisiensi operasi dari perusahaan barang dan jasa,
(Atmaji, 1989:81). Sedangkan definisi perencanaan layout menurut James M. Apple
(1990) adalah perencanaan yang menyeluruh dari tata letak fasilitas produksi
yang ada, sehingga pelaksanaan proses produksi didalam perusahaan tersebut akan
dapat dengan seoptimal mungkin.
B.
Tujuan Perencanaan Layout
Tujuan perencanaan layout secara umum adalah mengoptimalkan susunan letak
mesin-mesin dan peralatan produksi yang ada di dalam perusahaan sehingg dengan
adanya susunan tata letak yang optimal tersebut diharapkan pelaksanaan proses
produksi di dalam perusahaan tersebut akan dapat berjalan dengan lancar dan
karyawan akan dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada mereka dengan
baik pula. Tujuan perencanaan layout ini akan mencakup beberapa hal sebagai
berikut (Handoko, 1984:106):
a.
Simplifikasi dari proses produksi.
b.
Pengurangan biaya pemindahan bagan atau barang.
c. Tingkat
perputaran persediaan barang setengah jadi tinggi.
d. Terdapat
keamanan kerja dan kepuasaan karyawan.
e.
Pengeluaran kapital yang tidak penting dapat dihindarkan.
f.
Produktifitas kerja para karyawan dapat bertambah
C.
Pentingnya Perencanaan Layout
Secara garis besar tujuan layout/tata letak pabrik adalah mengatur area
kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi
yang aman dan nyaman. Suatu perencanaan layout akan senantiasa diperlukan di
dalam masing-masing perusahaan. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa hal
sebagai berikut :
a.
Adanya perubahan daru desain produk.
b. Adanya
produk baru.
c. Adanya
perubahan volume permintaan.
d. Fasilitas
produksi yang ada telah ketinggalan jaman.
e. Adanya
kecelakaan-kecelakaan dalam proses produksi.
f.
Pemindahan lokasi pasar produk perusahaan.
g.
Penghematan-penghematan biaya
D.
Klasifikasi Perencanaan Layout
Di dalam penyusunan layout perlu dipertimbagkan tentang ketertiban
perencanaan layout pabrik tersebut dalam pengaturan letak fasilitas produksi
yang digunakan. Perusahaan harus mempertimbnagkan beberapa klasfikasi
perencanaan layout dan kemudian memilih yang paling sesuai dengan kondisi
perusahaan. Menurut Aplle (1990) masalah tata letak diklasifikasikan menjadi 10
jenis yaitu :
a. Perubahan
rancangan.
b. Perluasan
departemen.
c.
Pengurangan departemen.
d.
Penambahan produk baru.
e.
Memindahkan satu departemen.
f.
Penambahan departemen baru.
g.
Peremajaan peralatan yang rusak.
h. Perubahan
metode produksi.
i. Penurunan
biaya.
j.
Perencanaan fasilitas baru.
E.
Faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam
Perencanaan Layout
Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain suatu layout
fasilitas yang efrisien. Menurut Assauri (1978:50) faktor-faktor tersebut dapat
digolongkan menjadi beberapa faktor yaitu :
a.
Produk yang dihasilkan, mengenai :
1.
Besar dan berat produk akan mempengaruhi handlingdan
ruang gerak.
2.
Sifak produk itu mudah pecah atau tidak, tahan lama
atau cepat rusak.
b.
Urutan produksinya.
Dalam
penyusunan layout didasarkan pada urutan proses produksi.
c.
Kebutuhan ruang yang luas.
Ruangan yang
diperlukan adalah tentang luas pabrik, tinggi ruangan dan luas gang-gang yang
digunakan untuk lalu lintas arus produksi.
d.
Peralatan atau mesin-mesin itu sendiri.
Mesin produksi yang digunakan berat atau tidak sehingga perlu digunakan lantai
yang kokoh.
e.
Maintenance dan replacement.
Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance mudah dilakukan
dan replacemenyt-nya mudah.
f.
Adanya keseimbangan kapasitas.
Keseimbangan kapasitas harus dip[erhatikan terutama dalam product layout, karena
mesin-mesin diatur menurut urutan-urutan produknya.
g.
Minimum movement.
Dengan gerak yang sedikit maka biayanya akan menjadi lebih rendah.
h.
Aliran material.
Merupakan arus yang harus diikuti oleh suatu produk pada waktu dibuat.
i.
Tempat kerja buruh.
Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas, sehingga tidak mengganggu keselamatan
dan kesehatan karyawan serta kelancaran produksi.
j.
Service area (kantin, Wc, tempat istirahat, dan tempat
parkir)
Sevice area diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat kerja dan mudah
dijangkau.
k.
Waiting area.
Untuk mencapai aliran material yang optimal, harus diperhatikan tempat-tempat
menyimpan barang sambil menunggu proses selanjutnya. Dalam menetapkan Waiting area harus diperhatikan luas ruang
yang tersedia dan tidak mengganggu arus lalu lintas dalam proses produksi.
l.
Plant climate.
Udara dalam pabrik juga harus diatur, yaitu harus sesuai dengan produk dan buruh,
jangan terlalu panas dan terlalu dingin, dan juga jangan merusak kesehatan
tubuh.
m.
Flexibility
Perubahan-perubahan dari produk, proses atau mesin-mesin hampir tidak dapat
dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga layout harus
dibuat sedemikianrupa agar dapat flexibel dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi
tidak memerlukan biaya yang tinggi.
F.
Jenis Layout
Dalam suatu perencanaan layout fasilitas, perlu diketahui jenis-jenis
layout itu sendiri serta kelebihan dan kekurangannya. Hal ini sebagai dasar
pertimbagan dalam pengambilan keputusan pemilihan alternatif layout yang optimal.
Jenis layout dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam. Menurut Handoko
(1984:106) jenis layout dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu :
a. Layout
Proses (Layout fungsional).
Tata letak yang berdasarkan pada proses. Tata letak ini berdasar pada pengelompokan
mesin-mesin dan peralatan yang sama/ sejenis dalam suatu area atau departemen.
Pada setiap proses dikerjakan dalam bagian-bagiannya sendiri sendiri.
Layout seperti ini biasanya digunakan pada perusahaan pesanan atau yang berdasarkan
job order shop (Pabrik yang memproduksi barang yang tidak samaan terbatas
umlahnya, serta menurut pesanan pembeli). Tata letak menurut proses ini
digunakan apabila barang-barang yang dihasilkan tidak standar, tetapi fleksibel
dan urutan produksinya tidak terlalu sama antara produk satu dengan yang
lainnya. Kelebihan :
1)
Investasi modal untuk mesin dan peralatan produksi
dapat ditekan.
2)
Fleksibilitas pelaksanaan proses produksi besar.
3) Kemacetan
salah satu bagian tidak menyebabkan gangguan yang besar.
Kelemahan :
1)
Karena urutan proses yang tidak tetap maka biaya
pemibdahan bahan baku akan lebih besar.
2)
Kebutuhan ruang untuk produksi lebih luas karena
mesindan peralatan produksi yang digunakan memiliki spesifikasi yang
berbeda-beda menurut produknya.
b. Layout
Produk (layout garis)
Dalam layout produk tiap produk memerlukan urutan yang sama dalam
operasinya. Pusat pekerjaan dikelompokkan dalam urutan untuk menampung
kebutuhan produk spesifik. Pada setiap perusahaan terhadap spesialisasi
pelayanan proses, pada umumnya produk-produk yang dihasilkan merupakan produk
standar.
Variasi produksi sangat kecil, sehingga produk yang dibuat merupakan produk
yang jenisnya sama. Jenis
proses
produksi yang sesuai dengan jenis layout ini adalah proses produksi yang terus
menerus (continous process).
Kelebihan :
1)
Biaya material handling lebih
rendah.
2)
Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tiap umit
produk lebih kecil karena proses produksi selalu sama.
3)
Kebutuhan ruangan menjadi lebih kecil.
4)
Pengawasan pada proses produksi menjadi lebih mudah.
5)
Kebutuhan bahan baku dan bahan pembantu dapat
direncanakan dengan cermat.
Kekurangan :
1)
Apabila terjadi kemacetan di salah satu bagian kaan
menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi.
2)
Kurang flexsibel apabila digunakan oleh perusahaan
yang mempunyai desain pekerja yang cepat.
3)
Karyawan yang akan mengalami kejenuhan dalam
melaksanakan tugasnya.
4)
Investasi dana yang digunakan untuk pembelian mesin
dan peralatan produksi tinggi
c. Layout
Posisi Tetap
Dalam layout ini produksi berada dalam suatu lokasi, sementara alat-alat,
bahan-bahan, dan tenaga kerja dibawa ke lokasi hanya sebanyak yang diperlukan
untuk membuat produk tersebut.
Kelebihan :
1)
Layout ini sangat cocok untuk proyek-proyek
pembangunan, dan metode jalus kritis sangat membantu.
Kekurangan :
1)
Bianya bongkat dan pasang serta biaya angkut mesin dan
peralatan produksi tinggi
d. Layout
Kelompok.
Layout kelompok memisahkan daerah-daerah dan kelompok-kelompok mesin serta
peralatan bagi pembuatan produksi-produk yang memerlukan pmrosesan sejenis.
Setiap produk di selesaikan di daerah spesialisasi tersebut dengan keseluruhan
urutan pengerjaan dilakukan ditempat itu :
Kelebihan :
1)
Biaya persiapan bisa dikurangi karena dapat
menggunakan pertimbagan operasi yang lalu.
2)
Menghemat biaya pengendalian bahan.
3)
Mudah mengetahui dimana setiap kelompok produk berada.
4)
Waktu pengiriman barang jadi dapat lebih ditentukan
scheduling sederhana.
5)
Biaya tetap dapat dikurangi karena berdasarkan pada
kegiatan yang lalu.
Kekurangan :
1)
Pemanfaatn fasilitas produksi tidak penuh.
2)
Perlu pengadilan bahan yang baik.
3)
Bagian-bagian yang ada tidak luwes.
4)
Mesin serba guna harus dimanfaatkan penuh
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tata letak / Layout adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak/ layout dapat
didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna
menunjang kelancaran proses produksi dengan
tujuan untuk mengoptimalkan susunan letak mesin-mesin dan peralatan produksi yang ada di
dalam perusahaan sehingg dengan adanya susunan tata letak yang optimal tersebut
diharapkan pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan tersebut akan dapat
berjalan dengan lancar dan karyawan akan dapat menyelesaikan tugas yang
dibebankan kepada mereka dengan baik pula.
B.
Saran
Semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan kita dan apabila
terdapat kesalahan mohon di kritikan serta sarannya
DAFTAR
PUSTAKA
Assuri. 1978. Manajemen Produksi. Jakarta
: Gramedia
Atmaji. 1989. Manajemen Produksi. Jakarta
: Gramedia
Yamit, Zulian. 1998. Manajemen
Produksi dan Operasi. Yogyakarta : Cetakan Kedua
Handoko, Hani. 1984. Manajemen Edisi
1. Yogyakarta : BPFE UGM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar